Google Cara Kerja Hard Disk |Pusat Informasi Komputer dan Windows

Cari di Lebih Dari 500 Artikel WIndowsku

Memuat...

Kamis, 16 Mei 2013

Cara Kerja Hard Disk

Di setiap komputer didunia, pastinya akan ada sebuah perangkat penyimpanan, yaitu Hard Disk. Bahkan, bukan hanya 1 harddisk, ada juga komputer yang ditanamkan 2 harddisk sekaligus untuk menambah tempat penyimpanan data. Berbeda jika perusahaan besar yang memiliki supercomputer. Komputer spesial ini akan terkoneksi dengan ratusan harddisk. Semua itu memiliki satu tujuan, yaitu menyimpan data.






Menyimpan data di harddisk maksudnya adalah komputer dapat mengingat informasi yang ada, walaupun tidak ada power yang dialirkan. Data ini akan tetap ada selama harddisk tersebut tidak rusak. Pada artikel ini, kita akan membahas dengan lengkap kronologi dari Hard Disk ini.

Sejarah Hard Disk

Hard disk diciptakan pada tahun 1950. Hard disk mulai dibuat dengan diameter 20-inch yang dapat menyimpan data hanya beberapa megabyte saja. Sebenarnya, hard disk dinamakan "fixed disks" atau "Winchesters" (sebuah codename yang digunakan oleh produk IBM yang populer). Kemudian, baru dinamakan "hard disks" untuk membedakan dari "floppy disks". Hard disk memiliki piring keras yang menyimpan medium bermagnet, sebagai pengganti flexible plastic film yang dapat ditemukan pada tape dan floppy disk.

Pada dasarnya, hard disk tidaklah jauh berbeda dengan kaset tape. Kedua-duanya menggunakan teknik magnetik untuk menyimpan data. Hard disk dan kaset tape juga memiliki cara kerja yang sama. Medium dari magnetik dapat hapus ataupun ditulis ulang, dan akan mengingat pattern dari setiap data yang disimpan.

Kaset Tape VS Hard Disk

Perbedaan dari kedua ini dapat dilihat pada ulasan dibawah ini:

  • Material magnetik untuk perekaman data di kaset tape dilapisi dengan strip plastik. Kalau hard disk, material magnetik perekamannya dilapisi kembali dengan alumunium atau glass disk yang sangat presisi. Kemudian, piringan hard disk dipoles untuk kehalusan yang mirip dengan kaca.
  • Dengan tape, kita harus melakukan fast-forward atau reverse untuk mendapatkan data yang diinginkan. Misalnya, jika anda sekarang memutar lagu nomor 5, dan jika anda ingin memutar lagu yang pertama, anda harus membalikkan pita tape ke awal untuk mendengarkannya. Hal ini memakan waktu cukup lama. Sedangkan hard disk, kita bisa mendapatkan data dimanapun tempatnya dengan mudah dan terkesan instan.
  • Pada kaset tape, head dari read/write akan menyentuh pita tape secara langsung. Sedangkan hard disk, head dari read/write tidak akan menyentuh piringannya. Cukup dari dekat saja.
  • Tape yang ditaruh pada playernya akan menggerakkan tape memiliki kecepatan 2-inch per detik. Sedangkan piringan pada hard disk dapat berputar terhadap head mencapai 3.000 inch per detik (setara dengan 170 miles per jam).
  • Informasi yang disimpan pada hard disk disimpan pada domain magnetik yang sangat kecil. Dibandingkan dengan kaset tape.
Karena perbedaan inilah, hard disk modern dapat menyimpan banyak sekali data atau informasi dalam ruang yang kecil.

Performa dan Kapasitas

Kebanyakan komputer yang kita pakai memiliki kapasitas penyimpanan 100 GB atau lebih. Data disimpan dalam disk dalam bentuk files. Sebuah file adalah nama lain darik koleksi dari bytes. Byte sendiri mungkin saja berisi kode ASCII untuk karakter pada file, atau mungkin saja berisi instruksi dari software untuk komputer jalankan. Mungkin juga disimpan rekaman database, atau pun sebuah gambar dengan berbagai pixel dan warna. Apapun datanya, semua itu pasti memiliki ukuran masing-masing dalam bentuk byte. Ketika program dijalankan, komputer akan meminta file tersebut. Hard disk akan mendapatkan bytesnya dan akan mengirimkannya ke CPU pada waktu yang sama.

Ada 2 cara untuk menentukan performa dalam hard disk, yaitu:
  • Data rate = Adalah berapa bytes per detik data yang bisa hard disk kirimkan ke CPU. Biasanya, berkisar antara 5 hingga 40 MB per detik.
  • Seek time = Adalah berapa lama waktu ketika CPU meminta file dan ketika byte pertama dari file dikirm ke CPU. Biasanya, diantara 10 hingga 20 milisecond.
  • Capacity = Adalah kapasitas hardi disk itu sendiri. Berapa banyak data yang dapat disimpan oleh sebuah hard disk (dalam satuan byte).
Komponen Hard Disk
Electronics Board (Papan Elektronik)

Di dalam hard disk, terdapat papan elektronik untuk menyimpan instruksi untuk komponen lainnya. Papan elektronik ini dijaga oleh kotak alumunium dengan controller electronics yang terpasang pada satu sisi. Elektronik ini mengatur mekanisme read/write dan juga Motor sebagai penggerak yang menggerakkan piringan. 

Elektronik tersebut juga menggabungkan magnetic domains pada drive untuk dijadikan bytes (reading) dan membuat bytes menjadi magnetic domains (writing).

Disk Platter

Dibawah dari papan elektronik tersebut, terdapat koneksi antara motor yang berfungsi sebagai penggerak platter, dan juga lubang ventilasi yang difilter agar udara di dalam dan diluar memiliki tekanan yang sama. Berikut penjelasan dari komponen pada Disk Platter

  • Platter: Platter ini akan berputar pada kecepatan 3.600 - 7.200 RPM (Rotation per minute) ketika beroperasi. Piringan ini dibuat dengan sangat hati-hati dan mirip seperti cermin. Terlihat pada gambar bahwa piringan tersebut seperti kaca yang memantulkan objek.
  • Arm: Arm atau lengan ini berfungsi untuk menahan head dari read/write dan dikontrol oleh mekanismenya. Lengan ini dapat menggerakkan head dari piringan ini. Pergerakan dari lengan ini sangatlah cepat. Lengan pada hard disk pada umumnya bergerak maju dan mundur 50 kali dalam tiap detik.
Platters dan Heads

Agar data yang disimpan semakin banyak, beberapa hard disk memiliki platter yang banyak. Pada gambar ini, hard disk menggunakan 3 platter dan 6 heads untuk read/write. Mekanisme yang menjalankan lengan pada hard disk sangatlah cepat dan akurat. Semua itu berkat linear motor berkecepatan tinggi.


Gambar disamping merupakan gambar dari lengan head dari read/write yang berfungsi untuk membaca sekaligus menulis pada tiap disk.








Cara menyimpan data pada hard disk

Data disimpan pada permukaan dari piringan. Piringan tersebut terbai 2 hal penting, yaitu sector dan track. Track adalah lingkaran konsentrisnya, sedangkan sector adalah potongan dari track itu sendiri, yang mirip seperti irisan kue pie.

Track pada gambar disamping diwakilkan dengan warna kuning. Sedangkan sector ditampilkan berwarna biru. Sebuah sector berisi data dalam bentuk bytes, contohnya 256 atau 512. Tergantung dari drive ataupun sistem operasi, sector bisa jadi digrupkan menjadi satu menjadi clusters.

Kemudian, komputer akan menginstruksikan komponen hardware pada hard disk untuk menulis data. Lalu, motor dari piringan akan berjalan dan membuat platter/piringan akan berputar. Kemudian, heads dari write akan mulai memberikan efek magnetis terhadap sector. Dan data akan tersimpan pada sector tersebut. Ketika data telah selesai disimpan, motor akan tetap bergerak. Motor akan berhenti hanya jika komputer berhenti menyala.
Comments
4 Comments

4 komentar:

  1. mantab bang ulasannya, kebetulan artikel ane juga membahas tentang cara cek kondisi hardisk :)

    BalasHapus
  2. kalau di BIOS ada setting AHCI ama IDE...itu bedanya apa ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk bahasan tentang AHCI, saya sebelumnya sudah menulisnya. Silahkan sobat baca artikel dibawah ini:
      http://www.windowsku.com/2011/06/menghidupkan-advanced-host-controlloer.html

      Hapus
  3. Wah super lengkap nih gan sangat bermanfaat foll back ya sob

    BalasHapus

Bagi pembaca yang ingin berkomentar, silahkan tinggalkan komentar anda melalui Facebook. Komentar yang ada di Facebook bisa saya tanggap dengan cepat. Komentar Blogger hanya bisa digunakan oleh pemegang Akun Blogger maupun Google+